Tanpa Menggunakan Pesugihan Hitam, Rejeki Tetap Mengalir Deras

Tanpa Menggunakan Pesugihan Hitam, Rejeki Tetap Mengalir Deras – Ada sebuah kisah mengenai seseorang yang dagangannya bebas dari pesugihan hitam, tapi –masya Allah- tetap laris. Ia menceritakan:

Kami tertawa, saat sahabat saya menceritakan bahwa ketika dia di pasar tuk membeli beberapa bahan baku buat mie xxx, ada pedagang yang bertanya tentang apa sih jimat penglarisan mie xxx sehingga laris terus dan cepat sekali maju usahanya. Pedagang tersebut percaya kalau usaha bisa laris kalau jimat penglarisannya itu bagus atau menggunakan pesugihan yang bagus. Hehe, mungkin memang jimat penglarisan dia gak manjur makanya bertanya pada sahabat saya, kali aja ada bocoran. Terang saja sahabat saya pun tersenyum. Karena kami memang tak mengenal jimat penglarisan. Jangankan jimat penglarisan, nepok-nepok dagangan pakai uang penghasilan pertama terus bilang “penglaris, penglaris” aja tidak, apalagi beneran pakai jimat. (Sumber)

Itulah keyakinan sebagian masyarakat kita yang masih awam dan masih menganut tradisi dahulu, tanpa berpikir logis. Ada yang sangka bahwa dagangan hanyalah bisa laris dengan jimat penglaris. Anggapan semacam ini seakan-akan mematahkan prinsip pemasaran yang sudah diajarkan para ekonom. Masa’ dengan penglaris saja bisa meningkatkan pemasaran? Kadang gak masuk di logika. Sama dengan orang yang menyatakan tumbal kepala kerbau tidak akan membuat jembatan ambruk lagi. Mana nyambungnya?

Mendatangkan Sebuah Keberkahan

Barokah atau keberkahan dalam Al Qur’an dan As Sunnah bermakna langgengnya kebaikan, kadang pula bermakna bertambahnya kebaikan dan bahkan bisa bermakna kedua-duanya. Dan perlu dipahami bahwa segala kebaikan itu datang dari Allah, bukan dari makhluk yang tidak memiliki apa-apa. Allah Ta’ala berfirman,

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Katakanlah: “Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu” (QS. Ali Imron: 26). Yang dimaksud ayat “di tangan Allah-lah segala kebaikan” adalah segala kebaikan tersebut atas kuasa Allah. Tiada seorang pun yang dapat mendatangkannya kecuali atas kuasa-Nya. Karena Allah-lah yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Demikian penjelasan dari Ath Thobari rahimahullah sebagaimana dalam Jaami’ul Bayan ‘an Ta’wili Ayil Qur’an (6: 301).

Dalam sebuah do’a istiftah yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam disebutkan,

وَالْخَيْرُ كُلُّهُ فِى يَدَيْكَ

“Seluruh kebaikan di tangan-Mu.” (HR. Muslim no. 771)

Begitu juga dalam beberapa ayat lainnya disebutkan bahwa nikmat (yang merupakan bagian dari kebaikan) itu juga berasal dari Allah. Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ

“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, Maka dari Allah-lah (datangnya)” (QS. An Nahl: 53).

قُلْ إِنَّ الْفَضْلَ بِيَدِ اللَّهِ

“Sesungguhnya karunia itu di tangan Allah” (QS. Ali Imron: 73).

وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا

“Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah kamu dapat menghitungnya” (QS. Ibrahim: 34 dan An Nahl: 18).

Setelah kita mengerti dengan penjelasan di atas, maka untuk meraih barokah sudah dijelaskan oleh syari’at Islam yang mulia ini. Sehingga jika seseorang mencari berkah namun di luar apa yang telah dituntunkan oleh Islam, maka ia berarti telah menempuh jalan yang keliru. Karena ingatlah sekali lagi bahwa datangnya barokah atau kebaikan hanyalah dari Allah. Termasuk dalam hal ini menggapai barokahnya rizki dan larisnya dagangan, mesti dengan meniti jalan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam karena itulah jalan yang Allah tunjuki.

Coba kita perhatikan di antara contohnya adalah meraih berkah ketika berdagang yaitu dengan modal jujur. Ketika ada ‘aib pada barang dagangan, lalu kita terang-terangan menjelaskan pada pembeli, itulah di antara sebab datang barokah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الْبَيِّعَانِ بِالْخِيَارِ مَا لَمْ يَتَفَرَّقَا فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُورِكَ لَهُمَا فِى بَيْعِهِمَا وَإِنْ كَذَبَا وَكَتَمَا مُحِقَتْ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا

“Orang yang bertransaksi jual beli masing-masing memilki hak khiyar (membatalkan atau melanjutkan transaksi) selama keduanya belum berpisah. Jika keduanya jujur dan terbuka, maka keduanya akan mendapatkan keberkahan dalam jual beli, tapi jika keduanya berdusta dan tidak terbuka, maka keberkahan jual beli antara keduanya akan hilang” (HR. Bukhari no. 2079 dan Muslim no. 1532).

 619 total views

Praktik Pessugihan Yang Membahayakan Pengamalnya

Praktik Pessugihan Yang Membahayakan Pengamalnya – Pesugihan adalah suatu cara untuk memperoleh kekayaan secara instan tanpa harus bekerja keras. Praktik pesugihan dapat dilakukan dengan beragam cara. Pesugihan adalah satu dari sembilan pintu setan yang mengorbankan orang-orang terdekat pelaku untuk dijadikan tumbal kepada setan atau sesembahan.

Rasa nafsu ingin kaya dalam waktu singkat membuat seseorang khilaf dan mencari jalan pintas, seperti meminta kekayaan kepada mahluk gaib. Berikut macam-macam praktik pesugihan di Indonesia yang sering dipakai di Indonesia

1. Pesugihan Nyi Blorong

Bukan rahasia lagi banyak orang mengenal nyi blorong yang mampu mewujudkan permintaan manusia dengan jalan bersekutu. Pesugihan nyi blorong paling banyak diburu termasuk pesugihan kelas atas. Konon, pihak yang melakukan ritual ini bisa kaya hingga dua dekade. Pesugihan yang satu ini meminta tumbal dan saat meninggal ruhnya akan jadi pengikut nyi blorong.

Sebelum melakukan pesugihan, sang pelaku harus mencari guru paranormal yang bisa dimintai. Lalu, pelaku pesugihan harus menyediakan ritual cawis sesaji. Ritual yang dilakukan dengan menyediakan kamar yang nantinya dipakai si pelaku pesugihan untuk mengundang nyi blorong. Inilah awal pesugihan nyi blorong dan berakibat yang mengerikan.

2. Pesugihan Bulu Genderuwo

Pesugihan bulu genderuwo memang kurang populer di masyarakat ketimbang pesugihan nyi blorong, pesugihan babi ngepet dan pesugihan-pesugihan lainnya. Hal yang menarik dalam pesugihan ini tidak membutuhkan tumbal berupa nyawa manusia. Tidak banyak melakoni ritual pesugihan ini karena diyakini merupakan pesugihan hitam yang sulit. Pelaku harus mencabut bulu genderuwo secara langsung.

Untuk melakukan pesugihan ini dibutuhkan nyali besar. Orang yang menginginkan pesugihan ini harus menyiapkan masakan dari burung gagak dan berdiri di bawah pohon gayam sembari bertelanjang bulat. Karena risiko inilah tidak banyak orang yang berani melakukan ritual pesugihan bulu genderuwo.

3. Pesugihan Babi Ngepet

Pesugihan babi ngepet adalah ritual pesugihan yang menggunakan jasa siluman babi sebagai perantara. Mengikuti ritual pesugihan babi ngepet tidak bisa sendirian, melainkan paling tidak harus ada dua orang. Dikisahkan dengan pesugihan, seseorang dapat berubah jadi babi dan mampu mencuri benda berharga tanpa ketahuan.

Syaratnya adalah mitra kerja harus bisa menjaga nyala api milik lilin babi ngepet tetap nyala. Pesugihan ini begitu terkenal karena menghebohkan berbagai tempat di Indonesia.

4. Pesugihan Minyak Kuyang atau Kawiyang

Minyak kawiyang adalah salah satu bentuk pesugihan ilmu hitam di kalimantan yang mempunyai sejarah panjang mengiringi peradaban suku-suku di tanah kalimantan. Minyak Kuyang disimpan dalam wadah bernama Cecupu.

Konon, lima jenis minyak dengan warna yang berbeda mempunyai efek berbeda. Salah satunya adalah minyak warna putih yang bisa membawa pulang kembali uang yang sudah dibelanjakan. Biasanya korban yang dicari adalah wanita yang melahirkan, karena darah yang keluar dari proses persalinan akan mengeluarkan darah yang banyak.

5. Pesugihan Nyai Puspo Cempoko

Pesugihan nyai puspo cempoko dan ritualnya dikatakan menyimpang dari ajaran agama. Pesugihan ini sudah banyak dipraktikan oleh orang yang terjerat banyak hutang yang ingin cepat kaya dalam waktu singkat dan malas kerja, tetapi ingin punya banyak harta. Konon, nyai puspo cempoko adalah penunggu pulau Kabongan, Rembang.

Ia akan mengganjar kekayaan pada laki-laki yang bersedia menjadi suaminya. Syaratnya adalah pelaku harus menyediakan satu ruangan khusus untuk nyai puspo cempoko dengan si lelaki tersebut. Selain itu, peminta kekayaan harus menyediakan sesajen tiap malam hari, seperti jajan pasar, kelapa hijau, bakaran menyan madu, dan kembang.

Itulah ulasan tentang Praktik Pessugihan Yang Membahayakan Pengamalnya, jangan lakukan itu karena masih banyak sekali cara yang halal untuk menjadi kaya. Salah satunya adalah dengan menggunakan pesugihan yang dari ilmu putih. Semoga Praktik Pessugihan Yang Membahayakan Pengamalnya ini bermanfaat untuk Anda.

Sebenarnya masih banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan kekayaan dengan cepat dan aman Tanpa efek samping dan tanpa resiko yang merugikan diri sendiri maupun keluarga. Ki Joko Sableng selaku guru pesugihan putih selalu memberikan arahan untuk menggunakan sarana berupa mustika pesugihan putih. Mustika ini bergaransi 100% UANG KEMBALI jika anda menggunakan mustika ini tetapi Tidak merasakan efeknya sama sekali.

Sudah banyak yang menggunakan mustika ini dan hasilnya sangat bagus sekali. Jika anda ingin menggunakan mustika ini juga, maka silahkan hubungi whatsapp otomatis dibawah ini

 284 total views,  1 views today

Tuyul Dan Pesugihan Orang Tionghoa, Antara Mitos dan Realita

Tuyul Dan Pesugihan Orang Tionghoa, Antara Mitos dan Realita – Di daerah kami, Sigli, boleh dibilang tidak ada pendatang keturunan China atau Tionghoa. Saya pertama kali menemui komunitas mereka sesudah kuliah di Ibu Kota Provinsi Aceh, Banda Aceh. Di sana terdapat pemukiman khusus orang China yang bernama Peunayong.

Sebetulnya aneh juga, saya ini orang Aceh, tapi tidak banyak tahu tentang wilayah Aceh. Maklum, etnis Tionghoa tidak banyak jumlahnya di sana, tidak seperti di Jawa. Meskipun demikian, di Aceh terdapat juga sebuah organisasi khusus etnis Tionghoa di Aceh yang bernama Yayasan Hakka Aceh.

Peunayong merupakan salah satu pusat perdagangan di Kota Banda Aceh. Peunayong inilah yang juga dikenal dengan China Town-nya Aceh. Saya dengar, kata “Peunayong” berasal dari bahasa Aceh yang artinya “memayungi”. Daerah ini dulunya dihuni beragam etnis.

Sebagai salah satu daerah tertua di Banda Aceh, dalam sejarahnya Peunayong didesain oleh Belanda sebagai Chinezen Kamp (tenda) atau Pecinan.

Menurut Wikipedia, Peunayong dihuni warga Cina dari Suku Khe, Tio Chiu, Kong Hu, Hokkian dan sub-etnis lainnya. Kegiatan perdagangan di kawasan tersebut, cukup menonjol. Karena berdagang merupakan mata pencaharian utama suku Cina, yang umumnya tumbuh di lingkungan pusat bisnis.

Pesugihan Orang Tionghoa

Kami orang Aceh tahu, pedagang China rata-rata hidupnya jauh lebih baik dari pada mayoritas orang Aceh. Mungkin ada yang tidak “kaya”, tetapi kehidupan sosial ekonominya lebih baik dari kami.

Walaupun saya sebetulnya tidak terlalu percaya dengan klenik, ilmu pesugihan, penglaris dan sejenisnya, kami orang Aceh banyak yang masih percaya dengan ‘Ilmu Hitam’ ini. Terutama di wilayah Aceh Selatan.

Pertanyaannya adalah, mengapa orang-orang Tionghoa ini bisa “cepat” berhasil, kaya dan bisnisnya gampang berkembang? Ada yang bilang mereka pelihara Tuyul. Ada lagi yang menggunakan Ilmu Pesugihan. Ada pula yang bilang mereka gunakan Klenik Penglaris.

Rasa ingin tahu saya lebih besar lagi ketika datang ke Jawa. Di Malang, tempat saya tinggal sementara saat ini, ada juga Pecinan, yakni tempat di mana banyak orang China berdagang. Jauh lebih banyak jumlahnya dari pada orang Tionghoa di Peunayong.

Di Jawa, lebih kental dan lebih deras rumor tentang Pesugihan ini. Setidaknya itu yang saya dengar dari Pak Jumain. Seorang Tukang Pijat yang kadang diminta datang ke rumah tempat saya tinggal. Beliau asal Gunung Kawi, sebuah tempat yang katanya sebagai tempat terkenal mencari Pesugihan.

Apa benar orang-orang Tionghoa ini memelihara Tuyul, memburu Ilmu Pesugihan/Penglaris, atau karena kerja keras yang membuat mereka berhasil dalam bisnis atau dagangnya?

Pesugihan Orang China

Dari beberapa referensi yang saya abaca, “Pesugihan” adalah suatu cara untuk memperoleh kekayaan secara cepat tanpa harus bekerja keras.

Praktik pesugihan dapat dilakukan dengan beragam cara. Ada yang bilang, pesugihan adalah satu dari sembilan pintu setan yang mengorbankan orang-orang terdekat pelaku untuk dijadikan tumbal kepada setan atau sesembahan. Saya setengah percaya dan setengah tidak, karena ada beberapa bukti yang saya memang pernah lihat.

Kita harus akui, nafsu ingin kaya dalam waktu singkat di antara masyarakat kita membuat seseorang kadang khilaf dan mencari jalan pintas, masih kuat. Ke Gunung Kawi seperti yang disampaikan oleh Pak Jumain di atas misalnya. Tradisi ini sudah puluhan tahun tidak juga hilang di tengah kehidupan era digital.

Masyarakat meminta kekayaan kepada mahluk gaib, adalah contohnya. Di Jawa saya lihat praktik pesugihan ini meski tidak ‘marak’ banget, dipercaya masih ada dan sering dipakai. Buktinya, Gunung Kawi juga tetap ramai dikunjungi orang pada Bulan Suro, sebulan sesudah Hari Raya Idul Adha.

Dalam prosesnya, pesugihan ini dipercaya sebagai bentuk kerjasama perjanjian antara manusia sebagai pelaku pesugihan dengan makhluk gaib, jin, atau siluman. Ngeri juga

Tuyul dan Ciri-ciri Penglaris Pesugihan

Memang repot. Tidak percaya ini ada, kalau percaya koq tidak masuk akal. Mbak Ratna, keponakan dari Landlord saya tinggal, pernah beberapa kali kehilangan lembaran Rp 100.000 di rumahnya. Anak-anaknya masih kecil dan tidak mungkin mengambil. Ada pembantu Part Time job juga tidak mungkin, katanya. Dia tidak sendirian. Beberapa ibu-ibu di kompeks perumahannya mengemukakan hal yang sama.

Ada yang bilang mencegah Tuyul ini bisa dengan jalan menaruh Al Quran di lemari di mana duitnya di simpan. Ada juga yang bilang menaruh rambut di dompet. Kepercayaan ini tidak hilang hingga sekarang. Tidak hanya kalangan orang Jawa. Kata Ibu Santi, di antara pemukiman orang-orang Madura di daerah Asembagus-Situbondo, Jawa Timur, juga ada. Hanya tidak spesifik apakah ditujukan untuk etis China atau orang Jawa.

Itulah ulasan tentang Tuyul Dan Pesugihan Orang Tionghoa, sebagai pembuka wawasan. Semoga artikel dengan judul Tuyul Dan Pesugihan Orang Tionghoa  ini bermanfaat untuk Anda.

Sebenarnya masih banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan kekayaan dengan cepat dan aman Tanpa efek samping dan tanpa resiko yang merugikan diri sendiri maupun keluarga. Ki Joko Sableng selaku guru pesugihan putih selalu memberikan arahan untuk menggunakan sarana berupa mustika pesugihan putih. Mustika ini bergaransi 100% UANG KEMBALI jika anda menggunakan mustika ini tetapi Tidak merasakan efeknya sama sekali.

Sudah banyak yang menggunakan mustika ini dan hasilnya sangat bagus sekali. Jika anda ingin menggunakan mustika ini juga, maka silahkan hubungi whatsapp otomatis dibawah ini

 234 total views

5 efek mengerikan ketika menggunakan pesugihan hitam

Efek mengerikan ketika menggunakan pesugihan hitam – Pesugihan masih dipercayai oleh sebagian orang untuk memperoleh kekayaan secara instan. Mereka meminta bantuan kepada makhluk- makhluk tak kasat mata dengan sebuah persyaratan.

Tujuannya orang melakukan pesugihan khususnya yang hitam ini bermacam-macam. Seperti dagang ingin laris, ikut tender supaya tembus proyek, cepat kaya dan menumpuk harta, serta berbagai urusan dan nafsu duniawi semata.

Tak jarang ada imbalan yang harus dibayar oleh penyembah pesugihan hitam ini. Apasajakah efek mengerikan ketika menggunakan pesugihan hitam ini?

Yuk simak sampai selesai artikel ini ya.

Setidaknya ada 5 efek mengerikan ketika anda menggunakan pesugihan hitam untuk mendaptkan kekayaan

  1. Muncul Penyakit Misterius

Biasanya pelaku pesugihan hitam ini akan muncul penyakit misterius secara tiba-tiba. Tanpa penyebab apapun. seseorang yang dulunya sehat akan menjadi sakit parah dan tidak bisa diobati. Sudah mencoba berbagai cara untuk menyembuhkan, tapi penyakit tersebut semakin parah tanpa sebab yang jelas. Bahkan ada juga yang berpenyakit kulit sampai kulitnya bernanah dan mengeluarkan bau menyengat.

  1. Tumbal Manusia

Ada salah satu pesugihan Genderuwo untuk memperoleh kekayaan secara cepat. Ternyata melakukan pesugihan ini ada imbalan yang harus dibayar yaitu dengan menyerahkan manusia sebagai tumbal setiap tahunnya. Kalau tidak bisa dituruti maka pyembah pesugihan dan keluarganya yang menjadi incaran sebagai tumbalnya.

  1. Tumbal Umur Sendiri atau Menjual umur

Mungkin masih terdengar asing di telinga Anda namun jenis tumbal yang satu ini sering digunakan oleh sebagian orang. Pesugihan ini mempunyai risiko yang sangat besar karena orang yang melakukan ritual pesugihan ini akan mengorbankan nyawanya sendiri pada saat mencapai umur tertentu.

Tentu saja ada perjanjian atau kontrak terlebih dahulu dengan setan maupun jin demi mewujudkan keinginan manusia tersebut. Jika menginginkan kekayaan maka dia akan mendapatkan kekayaan yang berlimpah namun nyawalah taruhannya.

  1. Tumbal Janin

Selanjutnya ada ritual yang tak kalah kejam yakni dengan mengorbankan nyawa seorang bayi yang masih dalam kandungan. Biasanya ritual pesugihan yang mengorbankan nyawa janin ini akan dibunuh. Syarat agar janin bisa dikorbankan haruslah berumur tak lebih dari tujuh bulan. Saat banyak pasutri ingin punya anak, justru ada sebagian orang yang menumbalkan janinnya sendiri.

  1. Tumbal Keluarga Sendiri

Tentu tumbal yang akan dikorbankan pada akhirnya adalah keluarga orang itu sendiri. Bisa suaminya, istrinya, orang tuanya bahkan anaknya sendiri. Pesugihan kejam yang satu ini jelas tak mudah untuk dipraktikan karena nyawa orang tersayanglah yang menjadi taruhannya

Konon menurut cerita yang beredar, imbalan yang bisa diterima dari pesugihan yang satu ini bisa mencapai milyaran. Namun perlu diingat bahwa harus ada susuatu yang tak ternilai harganya untuk anda korbankan demi kepentingan duniawi semata. Jadi, jangan sekali-sekali mencoba pesugihan hitam ini karena banyak kerugiannya.

Masih banyak cara lain untuk mendaptkan rejeki yang berlimpah, salah satu cara yang terbukti ampuh untuk melancarkan rejeki adalh dengan menggunakan sarana spiritual berupa uang bibit. Uang bibit ini adalah sarna untuk melancarkan rejeki dari ki joko sableng yang memang di fungsikan sebagai ageman untuk mendatangkan banyak rejeki dan melancarkan usaha. Datangnya uang dari cara yang wajar, tidak beresiko dan tidak memerlukan tumbal nyawa seseorang.

Silahkan imbangi kerja keras anda dengan menggunakan uang bibit ini. Untuk mendaptkan uang bibit tersebut silahkan hubungi kontak 0816975404 ini atau klik link disini. Semoga artikel Efek mengerikan ketika menggunakan pesugihan hitam ini bermanfaat.

 452 total views

pesugihan gunung kawi

Misteri Dahsyatnya Pesugihan Gunung Kawi

Pesugihan Gunung Kawi sangat tersohor dan mengundang rasa penasaran banyak orang dari seluruh penjuru Nusantara, terutama orang-orang yang sedang mengalami kesulitan ekonomi dan ingin terlepas dari belenggu kemiskinan dengan cara instan.

Setiap tahunnya banyak orang dari seluruh penjuru Nusantara datang ke Gunung Kawi dengan tujuan untuk ngalap berkah dan berharap bisa mendapatkan kekayaan dengan jalan pintas melalui ritual pemujaan pada penguasa ghaib Gunung Kawi.

Dari cerita yang beredar, konon dengan melakukan pemujaan di Gunung Kawi diyakini dapat membuat orang yang telah melakukan pemujaan menjadi kaya dengan cepat. Bahkan menurut kabar yang beredar, ada beberapa konglomerat Negeri ini juga pernah melakukan pemujaan di Gunung Kawi ketika usaha mereka mengalami pailit.

Menurut seorang kuncen (juru kunci), bahwa ritual pesugihan Gunung Kawi sebenarnya hanya dilakukan dengan cara yang sangat sederhana. Para pelaku pesugihan gunung kawi hanya diwajibkan untuk melakukan ritual tapa brata selama 3 hari di bawah sebuah pohon keramat bernama pohon Dewandaru.

Sebelum melaksanakan tapa brata, pelaku pesugihan diwajibkan terlebih dulu untuk melakukan mandi suci yang dipimpin langsung oleh sang kuncen.

Ketika melakukan mandi wajib, pelaku pesugihan akan melakukan kontrak mati atau semacam perjanjian dengan penguasa ghaib Gunung Kawi. Mereka harus bersedia memberikan tumbal nyawa Manusia pada penguasa ghaib Gunung Kawi setiap tahunnya untuk melanggengkan kekayaan yang telah didapatkan.

Setelah melaksanakan mandi wajib, pelaku pesugihan baru diperbolehkan bergabung bersama para peziarah lain untuk melakukan tapa brata. Mereka harus bersila di atas selembar daun pisang, tidak boleh makan, minum, dan tidak boleh tidur. Mereka juga tidak boleh buang air besar dan buang air kecil, kecuali jika mengeluarkannya di atas daun pisang yang didudukinya.

Tapa brata dihentikan jika mereka telah kejatuhan selembar daun dari pohon Dewandaru yang gugur dengan sendirinya. Daun tersebut harus jatuh tepat di tubuh pelaku pesugihan.

 Jatuhnya daun Dewandaru ditubuh pelaku pesugihan menandakan bahwa keinginan orang tersebut untuk menjadi kaya melalui jalur pesugihan Gunung Kawi telah disetujui oleh penguasa ghaib penunggu pohon Dewandaru.

Tapi jika selama 3 hari melakukan tapa brata tidak juga kejatuhan daun Dewandaru, berarti keinginan orang tersebut untuk menjadi kaya melalui pesugihan Gunung Kawi tidak disetujui oleh penguasa ghaib Gunung Kawi.

Orang-orang yang gagal mendapatkan daun Dewandaru biasanya adalah orang-orang yang memiliki niat buruk dan sebetulnya tidak terlalu butuh karena secara ekonomi sudah berkecukupan. Sedangkan yang berhasil memperoleh daun Dewandaru adalah orang-orang yang benar-benar dalam posisi terjepit seperti terlilit hutang, dan mengalami kesulitan ekonomi.

Setelah menjalani ritual pesugihan Gunung Kawi dan telah mendapatkan selembar daun Dewandaru, pelaku pesugihan harus segera pulang dan menyimpan daun Dewandaru yang didapatkannya itu didalam bantal tempat tidurnya. Selain itu, pelaku pesugihan tersebut juga harus mulai membuka usaha dagang.

Daun Dewandaru yang disimpan dalam bantal tersebut akan membantu melariskan dagangan, menambahkan uang secara ghaib ke dalam laci penyimpanan uang, dan membantu melancarkan usahanya dengan cara tidak wajar (ghaib).

Setelah satu tahun, pelaku pesugihan Gunung Kawi biasanya akan mulai mengalami peningkatan ekonomi dengan pesat. Maka pelaku pesugihan gunung kawi tersebut harus mulai menyerahkan tumbal seseorang yang masih memiliki hubungan darah dengannya. Pelaku pesugihan harus menunjuknya dan merelakan kepergian saudaranya tersebut untuk dijadikan pesuruh di kerajaan ghaib Gunung Kawi, dan setiap tahunnya tumbal harus diberikan melalui ritual tertentu.

Seseorang yang telah ditunjuk menjadi tumbal biasanya akan mati secara mendadak tanpa diduga-duga. Dan setiap kali telah memberikan tumbal, maka kekayaan pelaku pesugihan gunung kawi biasanya akan semakin bertambah secara drastis.

Pesugihan gunung kawi ini sangat berbahaya, dan dosanya sampai terbawa ke akhirat nanti. Masih banyak sekali cara yang bisa anga gunakan untuk mendapatkan kekayaan dengan mudah. Tanpa harus mengorbankan tumbal nyawa seseorang. Salah satu cara kaya tanpa tumbal adalah dengan menggunakan sarana spiritual berupa mustika pesugihan putih. Mustika pesugihan ini sangat aman di gunakan tanpa tumbal nyawa dan tanpa efek samping yang merugikan diri sendiri dan BERGARANSI 100%. Jika anda ingin memiliki mustika pesugihan putih ini , silahakn WA 0816975404

 824 total views,  2 views today

× Pemesanan,Klik Disini